BLOGGER TEMPLATES AND Gaia Layouts »

Minggu, 21 November 2010

Analisis Hasil Pertandingan: Arsenal vs Tottenham Hotspur


Arsenal gagal mempertahankan keunggulan mereka di babak pertama saat menghadapi Tottenham Hotspur di Emirates Stadium tadi malam. Pertandingan yang disebut Derby London Utara ini berhasil dimenangkan oleh Tottenham Hotspur.Arsenal sempat unggul melalui dua gol yang diciptakan oleh Samir Nasri dan Marouane Chamakh pada babak pertama, namun pada babak kedua, Tottenham berhasil mengejar ketertinggalan mereka melalui gol-gol yang diciptakan masing-masing oleh Gareth Bale, Rafael Van der Vaart, dan Younis Kaboul.
Pada babak pertama, Arsenal menguasai jalannya pertandingan dengan menguasai lini tengah dan melancarkan serangan ke gawang Tottenham yang dikawal oleh Gomes. Gol pertama Arsenal berhasil dicetak Samir Nasri yang mendapatkan umpan matang dari Cesc Fabregas. Beberapa menit berselang, Arshavin berhasil melepaskan umpan ke jantung pertahanan Tottenham yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Marouane Chamakh. Keunggulan Arsenal 2-0 atas Tottenham bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Harry Redknapp memasukkan Jermain Defoe yang menggantikan Aaron Lennon untuk menambah daya gedor pasukannya. Dan hasilnya, Tottenham berhasil memperkecil ketertinggalan mereka melalui umpan dari Van der Vaart yang berhasil diselesaikan oleh Gareth Bale. Beberapa menit berselang ketika Tottenham mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan bebas dekat kotak penalti, Fabregas melakukan kesalahan dengan menjulurkan tangannya untuk menahan laju bola. Wasit pun menunjuk titik putih karena Fabregas melakukannya di dalam area kotak penalti. Van der Vaart yang menjadi algojo berhasil menyarangkan bola ke gawang Arsenal. Ketika kedudukan berimbang, Tottenham terus melancarkan serangan agar bisa mendapatkan poin maksimal di kandang Arsenal. Dan keinginan mereka pun tercapai setelah sundulan Younis Kaboul berhasil bersarang di gawang Arsenal. Dengan hasil ini, Arsenal gagal menyalip posisi Chelsea yang berada di peringkat teratas klasemen sementara.

Rabu, 13 Oktober 2010

Kaka Tegaskan Tetap Di Madrid

Gelandang Real Madrid Kaka menegaskan, dirinya saat ini sedang berkonsentrasi penuh untuk memulihkan cedera yang dialaminya agar bisa memperkuat los Blancos lebih cepat.

Kepada laman Jerman 4-4-2.com yang dilansirMarca.com, Kaka menyatakan, semua pemberitaan di media massa yang menyebutkan dirinya bakal meninggalkan Madrid untuk bergabung dengan Inter dan Milan tidak benar.

“Apa yang sudah ditulis di media massa mengenai rumor itu sama sekali tidak benar. Target utama saya sekarang adalah memulihkan kondisi fisik,” tegas pemain asal Brasil tersebut.

“Ketika saya sudah pulih, maka saya akan bermain di Madrid untuk Real Madrid. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan itu sepenuhnya benar. Saya akan tetap berada di Madrid hingga musim panas nanti.”

“Selanjutnya bagaimana? Hanya Tuhan yang tahu.”



Source:goal.com

Allegri: Kaka? No Comment

Spekulasi terkait masa depan Kaka terus berkembang. Bahkan kabarnya, setelah gagal menunjukkan sinarnya di Real Madrid, gelandang kreatif asal Brasil itu bakal kembali ke Milan.

Harian Spanyol dan Italia pun menekuni kabar tersebut dan mengembangkan spekulasi seputar masa depan Kaka. Namun kubu Milan diminta Massimiliano Allegri untuk tidak terlalu menanggapi kabar yang sejauh ini belum jelas kepastiannya.

"Saya menolak berkomentar seputar transfer Kaka, karena masih ada tiga bulan sebelum jendela transfer kembali dibuka, dan kami sudah kompetitif dengan pemain yang kami punya," tegas Allegri.

"Kaka memang pemain yang luar biasa, tapi untuk saat ini kami tak punya waktu untuk memikirkan hal seperti ini," tandas allenatore Milan itu kepada La Gazzetta dello Sport.

"Tapi apakah dengan kembalinya Kaka bisa memunculkan masalah di ruang ganti? Tidak, hal semacam ini tidak akan mengganggu keharmonisan tim. Tapi saya lebih memilih untuk fokus pada laga kami, karena pada saat ini kami berada di tahap yang sangat penting dan menjadi kewajiban saya untuk fokus pada laga di Liga Champions melawan Real Madrid dan di laga Serie A Italia melawan Juventus dan Napoli," tegas Allegri.
Source: goal.com

Kejujuran Kunci Utama Luruskan Kinerja PSSI


“Gong” perubahan yang saat ini dikumandangkan beberapa stakeholder sepakbola nasional bagai bola api yang terus menggelinding mengiringi perjalanan PSSI, di bawah kendali ketua umum Nurdin Halid. 

Tak heran, jika pada setiap momen ada saja letupan amarah yang disampaikan dengan tuntutan agar orang nomor satu di organisasi sepakbola nasional itu mundur. Salah satunya terjadi saat timnas Indonesia dibantai Uruguay dengan skor 7-1 pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/10) silam.
Gemuruh penonton begitu sahut-sahutan meneriakkan yel-yel Nurdin mundur.. Nurdin mundur.. Tapi apa yang terjadi, pria asal Makassar itu sama sekali tidak menggubris sorakan penonton, meski kala itu turut hadir Presiden SBY yang tampak kecewa dengan kekalahan memalukan tersebut.

Nurdin bahkan dengan tetap semangat menyuarakan tekad untuk terus membenahi timnas, agar grafik penampilan Markus Haris Maulana dkk bisa terus meningkat, hingga tampil memuaskan di ajang Piala AFF nanti sebagai sasaran utama. Ia pun berdalih, lawan yang dihadapi memang tidak sepadan, karena merupakan semi-finalis Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Singkat kata, dengan menggunakan ‘seribu jurus’, Nurdin berupaya mempertahankan tahtanya yang ia duduki selama kurun waktu hampir sepuluh tahun terakhir, meski dengan mendapat tekanan bertubi-tubi dari berbagai kalangan yang tidak lagi menginginkan kepemimpinannya, termasuk dari pemerintah.

Salah satunya dengan upaya menggelar Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang semula digadang-gadang sebagai ajang ‘pembantaian’ Nurdin Halid cs. Maklum saja karena pertemuan yang menguras dana miliaran rupiah uang rakyat tersebut dihadiri seluruhstakeholder sepakbola nasional.

Tapi apa yang terjadi, pria yang dalam beberapa kesempatan selalu menjuluki dirinya sebagai ‘pelaut ulung’ ini malah balik bertepuk dada. Aling-aling turun dari jabatan, Nurdin justru lancarkan serangan balik kepada pemerintah dengan menuding bahwa keterpurukan prestasi sepakbola nasional akibat buruknya fasilitas lapangan yang ada di tanah air, sehingga sangat sulit untuk mendapatkan pesepakbola berkualitas.

Manuver Nurdin Halid tidak cukup sampai di situ. Dalam kesempatan bertemu dengan Komisi X DPR RI, Selasa (5/10) lalu, pihaknya mengajukan proposal dana yang cukup fantastis sebesar Rp1,5 triliun. 

Dari total anggaran tersebut, Rp50 miliar digunakan membiayai operasional persiapan timnas U-23. Hal ini dilakukan merujuk pada rekomendasi KSN yang menyebutkan pemerintah harus menyediakan anggaran untuk mendukung prestasi sepakbola nasional.

Melihat realita yang terjadi, jelas posisi tawar seorang Nurdin untuk tetap menduduki jabatannya tetap kuat. Terlebih karena hanya sebagian kecil dari pelaku sepakbola nasional dalam hal ini klub, yang merupakan pemilik hak suara dalam kongres PSSI, yang berani menyuarakan perubahan.

Ini sangat wajar, karena pengurus klub-klub tadi memang selama ini tidak jujur terhadap kinerja yang dilakukan dengan selalu meminta ‘bantuan’ kepada PSSI. Terutama dalam hal memperoleh kemenangan di hadapan publik sendiri, agar tidak sampai dipermalukan.

Pasalnya, karena mereka sudah menghambur-hamburkan dana APBD dengan melakukan pembelian pemain yang tidak jelas asal usulnya. Terutama untuk pemain asing yang justru menyedot dana rakyat paling besar.

“Maka dari itu, kunci untuk melakukan perubahan di PSSI cuma ada satu, yakni kejujuran semua pihak tidak terkecuali. Semua klub maupun pengurus PSSI wajib jujur, sehingga tidak lagi mengulangi kesalahan yang selama ini mereka telah lakukan,” sungut salah seorang wartawan senior dari koran tertua di tanah air, dalam perbincangan dengan GOAL.com beberapa hari lalu.

“Mestinya semua bisa menjalani sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing, sehingga tidak ada lagi 'permintaan' yang aneh-aneh kepada PSSI dan sebaliknya, yang membuat posisi tawar bagi klub lemah. Dengan begitu, sulit bagi klub untuk menuntut apa pun, sehingga dipaksa menerima apa adanya.”

Apa yang dikatakan wartawan olahraga senior tadi memang benar. Sebab, siapa pun nantinya yang tampil menggantikan posisi Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI, jika pola yang dilakukan masih sama, bisa dijamin prestasi sepakbola nasional sulit untuk bangkit dari keterpurukan dan tetap akan jalan di tempat.         

Apalagi sekiranya rumor yang santer beredar di kalangan wartawan bahwa juara kompetisi di tanah air itu dibagi-bagi alias dijatah, tergantung dengan negosiasi antara klub yang ingin juara dengan PSSI, benar adanya.  

Hal ini merujuk pada realita yang terjadi, juara musim ini besoknya degradasi. Maklum, kejadian seperti ini hanya terjadi di Indonesia dan tidak hanya dialami satu klub. Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Persik Kediri, adalah klub-klub yang pernah mengalami kejadian seperti itu.

Akankah kejujuran bisa dihadirkan di pentas sepakbola nasional seiring dengan keinginan melakukan perubahan? Bukan pekerjaan mudah memang. Apalagi dengan masuknya ranah politik di sepakbola seiring dengan berubahnya kebijakan politik di tanah air, terutama dalam mekanisme pemilihan kepala daerah. 

Tapi kalau tidak sekarang, lalu kapan akan berubah? Semua tergantung kesadaran para pelaku sepakbola nasional. Bagaimana pun, merekalah yang menjadi kunci terjadinya perubahan demi meluruskan kinerja PSSI. Sebab, untuk menunggu perubahan itu datang dari otoritas sepakbola nasional, bisa dipastikan sangat mustahil bisa terjadi.

Seperti kata Yesayas Oktavianus, wartawan senior dari harian terkemuka di tanah air, dalam diskusi nasional bertajuk "Sepakbola Indonesia: Reformasi atau Tertinggal", beberapa hari lalu di Jakarta, PSSI bisa menjadi no body selama tidak mendapat dukungan, tapi sebaliknya akan menjadi somebody apabila terus mendapat dukungan dari klub selakustakeholder sepakbola nasional.

Source: goal.com