Minggu, 31 Juli 2011
Jalan Panjang Sang Garuda Menuju Piala Dunia 2014
Posted by utarakn at 15.23 0 comments
Labels: Sepak Bola Indonesia
Rabu, 13 Oktober 2010
Kejujuran Kunci Utama Luruskan Kinerja PSSI
Posted by utarakn at 14.50 0 comments
Labels: Sepak Bola Indonesia
Kim Pulang Dengan Kondisi Cedera
Source: goal.com
Posted by utarakn at 08.25 0 comments
Labels: Sepak Bola Indonesia
Selasa, 12 Oktober 2010
Indonesia Tundukkan Maladewa
Setelah diluluhlantakkan Uruguay 7-1 pada pertandingan persahabatan akhir pekan kemarin, timnas senior mampu bangkit dan memetik kemenangan 3-0 atas Maladewa di Stadion Siliwangi, Banudng, Selasa [12/10].
Berbeda dari pertandingan sebelumnya, timnas senior tidak mendapat tekanan berarti dari tim tamu. Kiper Markus Haris Maulana yang bekerja keras membendung tendangan pemain Uruguay, kali ini terlihat lebih santai.
Pada pertandingan ini, Indonesia menguasai permainan. Hanya saja, penyelesaian akhir yang buruk dan tergesa-gesa membuat Indonesia hanya mampu melesakkan satu gol di babak pertama.
Bertanding di bawah sengatan terik matahari, kedua tim mengawali laga dengan lamban. Maladewa mencoba untuk menjebol gawang timnas senior lebih dulu. Upaya itu dapat pada menit ke-16, ketika Ashfaq Ali melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun Markus bisa mementahkan peluang tersebut.
Di lain sisi, kreasi permainan timnas senior tidak terlihat bagus. Koordinasi antarlini tak berjalan dengan baik. Akibatnya, Maladewa tidak terlalu mendapat tekanan berarti.
Pada menit ke-31, timnas senior akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui Oktovianus Maniani. Pemain Sriwijaya FC yang diturunkan sebagai starter di laga kali ini menyambut umpan Boaz Solossa dari sektor kanan pertahanan Maladewa.
Oktovianus yang berada di sektor kiri menerima umpan itu dengan baik. Bola tendangan pelan Oktovianus sempat mengenai mistar kanan gawang Maladewa sebelum akhirnya bersarang di dalam jala Mohamed Imran.
Unggul satu gol membuat timnas senior menjadi lebih percaya diri untuk memperbesar keunggulan. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan.
Di babak kedua, timnas senior mencoba bermain lebih agresif. Berbagai variasi serangan coba dikembangkan untuk membongkar pertahanan Maladewa. Namun seperti halnya di babak pertama, penyelesaian akhir yang terburu-buru tidak membuat timnas senior menambah gol.
Pada menit ke-60, Bambang Pamungkas mendapat peluang untuk memperbesar keunggulan timnas senior. Namun tendangannya masih menyamping di sisi kiri gawang Maladewa.
Pelatih Alfred Riedl selanjutnya memasukkan Yongki Aribowo, dan menarik Bambang. Permainan Indonesia sedikit mengalami peningkatan. Hasilnya, timnas senior memperbesar keunggulan pada menit ke-74.
Berawal dari penetrasi Firman Utina dari sektor tengah ke jantung pertahanan Maladewa. Firman memberikan umpan kepada Yongki. Sambil memutar badannya, Yongki melepaskan tendangan ke arah gawang. Mohamed Imran gagal menangkap bola dengan baik, sehingga si kulit bundar bersarang di jalanya.
Unggul dua gol membuat timnas senior terus meningkatkan serangan ke pertahanan Maladewa. Hanya saja, penyelesaian yang buruk dan terkesan egois membuat peluang yang diperoleh menjadi terbuang percuma.
Menjelang pertandingan berakhir, timnas senior berhasil memperbesar keunggulannya melalui Toni Sucipto. Berawal dari umpan jauh Yongki di sisi kanan pertahanan Maladewa, bola lambung disambut Toni dengan tendangan voli yang menghujam gawang Maladewa. Skor 3-0 ini bertahan hingga pertandingan usai.
Source: goal.com
Posted by utarakn at 19.02 0 comments
Labels: Sepak Bola Indonesia
CATATAN Nasional: Stamina Pemain Timnas Tidak Memadai, Lagu Lama PSSI
Hasil miris kembali ditorehkan skuad timnas senior Indonesia saat dibantai Uruguay 7-1, pada laga ujicoba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10) malam.
Hanya saja, penampilan trengginas para pemain nasional tidak berlangsung lama, hingga akhirnya Luiz Suarez dkk mampu menyarangkan tujuh gol, setelah terus mengurung lini pertahanan Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Penyebabnya, stamina para pemain ‘Merah Putih’ cepatdrop dan kehabisan tenaga. Padahal dari segi skill dan teknik permainan, perbedaannya tidak begitu jauh dengan pemain Uruguay yang merupakan semi-finalis Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
“Harus diakui, kami memang kalah segala-galanya dari Uruguay. Tapi sebetulnya, karena kami terlalu cepat melakoni ujicoba. Padahal kami baru mulai kumpul lagi. Belum lagi, karena ditangani pelatih baru yang tentunya kami masih harus beradaptasi dengan gaya kepelatihannya,” ungkap kapten timnas Bambang Pamungkas sesaat usai timnya dibantai Uruguay.
Pernyataan bomber Persija Jakarta ini memang ada benarnya. Jika saja memiliki stamina yang cukup, bisa jadi mereka mampu mengimbangi Uruguay. Atau, kalau pun kalah tidak akan sampai kebobolan sampai tujuh gol yang tentunya sangat memalukan. Apalagi terjadi di hadapan publik sendiri yang juga disaksikan kepala negara, Presiden SBY.
Tapi sekiranya kita bisa melihat lebih jauh, kendala stamina yang dialami para pemain nasional ini bukan hal baru. Bahkan sudah menjadi ‘lagu lama’ yang membuat prestasi sepakbola nasional terus terjun bebas, sehingga berada di titik nadir paling rendah dan cukup mengkhawatirkan.
Pertanyaannya adalah? Kenapa PSSI yang merupakan pemegang otoritas sepakbola nasional di tanah air tidak berupaya memperbaiki kelemahan mendasar ini? Padahal dalam beberapa hal mereka mampu melakukannya, seperti pembibitan pemain yang tengah dilakukan di Uruguay melalui tim S.A.D Indonesia, yang tentunya menelan biaya tidak sedikit.
Mengapa juga standarisasi fisik dan VO2 max setiap pemain sepakbola di tanah air tidak diberlakukan terhadap semua kontestan kompetisi yang digelar? Tentunya dengan menyesuaikan level kompetisi yang diikuti klub tersebut.
Dengan demikian, ada keseragaman stamina para pemain nasional yang tentunya sangat berguna saat mereka terpilih membela timnas, karena juru racik yang menukangi timnas tidak lagi dipusingkan dengan masalah stamina pemain.
Kenyataan ini berimbas pada mencuatnya ketidakpercayaan kepada PSSI, sehingga muncul desakan agar Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI mundur dari jabatannya. Sebab, pria asal Makassar ini dinilai telah gagal memimpin roda organisasi olahraga paling populer di tanah air dengan baik dan benar.
Terlebih banyaknya kasus yang muncul dan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Belum lagi penerapan aturan yang terkadang dilanggar sendiri para pengurus PSSI yang bertameng di balik hak prerogatif seorang ketua umum, yang kerap membuat blunder dalam mengeluarkan putusan.
Source: goal.com
Posted by utarakn at 18.44 0 comments
Labels: Sepak Bola Indonesia