BLOGGER TEMPLATES AND Gaia Layouts »

Minggu, 31 Juli 2011

Jalan Panjang Sang Garuda Menuju Piala Dunia 2014

Undian putaran ketiga babak penyisihan Pra-Piala Dunia 2014 telah berlangsung kemarin di Rio de Janiero, Brazil. Seperti yang sudah diprediksikan oleh banyak pengamat sepak bola bahwa perjalanan timnas Indonesia di putaran ketiga ini akan lebih berat dari sebelumnya. Seperti yang telah ketahui bersama, Indonesia berhasil melaju ke putaran ketiga setelah mengalahkan Turkmenistan dengan agregat 5-4 dan pencapaian tersebut bisa terbilang cukup baik karena timnas Indonesia hanya memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan pertandingan tersebut. Selain itu, timnas Indonesia baru saja merasakan masa transisi kepelatihan yang sebelumnya ditangani oleh Alfred Riedl yang kemudian digantikan oleh Wim Rijsbergen.

Jika kita menilik performa timnas racikan Wim Rijsbergen saat berjibaku melawan Turkmenistan, rasanya kita masih memiliki secercah harapan untuk melihat sepak bola Indonesia kembali disegani oleh negara-negara lain.Permainan umpan-umpan pendek yang diperlihatkan Firman Utina Dkk saat melawan Turkmenistan cukup menghibur rakyat Indonesia meskipun itu 'menurut saya' baru terlihat pada pertandingan leg kedua, tepatnya babak pertama. Mengapa saya berkata demikian? Hal ini saya dasari dari performa timnas saat melawan Turkmenistan.

Minggu, 15 Mei 2011

Duo Manchester Pastikan Gelar Musim Ini Di Hari Yang Sama


Manchester United akhirnya memastikan gelar liga primer Inggris untuk ke-19 kalinya setelah berhasil menahan imbang Blackburn Rovers dengan 1-1 tadi malam waktu Indonesia di Ewood Park, markas Blackburn Rovers. Kesuksesan Manchester United meraih gelar ke-19 menjadikan mereka sebagai tim peserta liga primer Inggris yang mengoleksi gelar juara liga terbanyak mengalahkan pesaing mereka, Liverpool, yang mengoleksi 18 gelar liga.

Minggu, 08 Mei 2011

Siamo Campioni !!!!

kata-kata itulah yang keluar dari mulut para pemain, staff pelatih, jajaran direksi, serta para tifosi AC Milan sesaat setelah pertandingan antara AS Roma vs AC Milan berakhir dengan kedudukan 0-0. Hasil seri tersebut sudah cukup bagi armada rossoneri untuk merayakan scudetto ke-18 yang telah mereka tunggu-tunggu selama 7 tahun lamanya.

Sabtu, 12 Februari 2011

Derby Manchester: Laga Pembuktian Penguasa Manchester Sesungguhnya

Malam ini, sebuah laga besar akan digelar di Old Trafford, markas Manchester United, yang akan menyedot banyak perhatian para pencinta sepak bola di seluruh dunia. Laga yang bertajuk 'Derby of Manchester' ini menyajikan pertandingan antara Manchester United dan Manchester City yang dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi sebuah laga yang banyak ditunggu oleh para pencinta sepak bola, khususnya para suporter dari masing-masing tim.

Sejak Manchester City diambilalih oleh Syeikh Mansur, Manchester City mengeluarkan banyak uang untuk menggaet bintang-bintang ternama dalam dunia sepak bola seperti Carlos Tevez, David Silva, Edin Dzeko, Yaya Toure, dan lain-lain. Perlahan tapi pasti, kekuatan Manchester City mulai terlihat begitu superior dengan hadirnya pemain-pemain berkelas dunia ke City of Manchester, kandang Manchester City, meskipun mereka belum memiliki konsistensi dalam setiap laga. Namun, kita tidak boleh menyingkirkan Manchester City dalam hal peluang memenangkan gelar juara Liga Inggris musim ini. Jika kita merujuk pada papan klasemen Liga Inggris saat ini, Manchester City sukses bertengger di posisi ketiga klasemen sementara terpaut 5 poin dari pemuncak klasemen yang juga seteru sekota mereka, Manchester United.

Di lain pihak, Manchester United harus memenangi laga Derby Manchester kali ini. Selain memastikan bahwa mereka adalah penguasa kota Manchester yang sesungguhnya, kemenangan pada laga nanti malam akan mempermudah jalan Manchester United untuk menjuarai Liga Inggris musim ini serta menjauhi kejaran para pesaing seperti Arsenal yang menduduki peringkat kedua dengan selisih 4 poin serta tim-tim lainnya seperti Manchester City, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Patut ditunggu hasil pertandingan Derby Manchester malam ini...

Selasa, 08 Februari 2011

'Lampu Kuning' untuk AC Milan

AC Milan kembali memperoleh hasil imbang saat bertamu ke markas Genoa. Hal ini membuat para pesaing AC Milan untuk mendapatkan scudetto pada akhir musim semakin mendekati AC Milan. AC Milan yang saat ini masih bertengger di puncak klasemen hanya unggul 3 poin dari Napoli yang berada pada peringkat kedua pada klasemen sementara Liga Italia. Banyak pihak yang mengatakan bahwa AC Milan sedang gugup karena para pesaingnya semakin mendekat, namun hal ini dibantah langsung oleh Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, yang mengatakan bahwa AC Milan baik-baik saja dan timnya sedang fokus untuk memenangi laga selanjutnya untuk menjaga peluang mereka meraih scudetto.

Meireles Hancurkan Debut Torres


Debut Fernando Torres bersama klub barunya, Chelsea, hancur lebur ketika timnya dikalahkan oleh klub yang baru saja Torres tinggalkan yaitu Liverpool. Torres yang memulai debutnya dari menit pertama langsung mencoba menggempur barisan pertahanan Liverpool yang digalang oleh Jamie Carragher dan kawan-kawan, namun selalu gagal menyarangkan bola di gawang bekas klubnya tersebut.


Rabu, 02 Februari 2011

Rooney Is Back!!!


"Rooney is back!", itulah kata-kata yang banyak diungkapkan oleh media-media sepak bola ketika melihat performa menawan Wayne Rooney saat Manchester United mengalahkan Aston Villa 3-1 di Old Trafford. Pada pertandingan yang berlangsung Rabu dini hari tadi, Wayne Rooney berhasil menjebol gawang Aston Villa yang dikawal oleh Brad Friedel dua kali berturut-turut, tepatnya pada menit-menit awal dan menit-menit akhir pertandingan. Gol pertama Rooney tercipta berkat kejelian Edwin Van Der Sar memberikan umpan langsung kepada Rooney yang berhasil dikonversinya menjadi gol saat pertandingan baru berjalan satu menit. Gol Rooney selanjutnya tercipta berkat umpan silang Nani yang berhasil mengecoh barisan pertahanan Aston Villa dari sebelah kanan, umpan Nani tersebut berhasil diselesaikan dengan baik oleh Rooney sehingga Manchester United pun berhasil unggul 2-0 dari Aston Villa pada babak pertama.


Usai pertandingan, Alex Ferguson pun tak sungkan-sungkan memuji penampilan Rooney tersebut dan Ferguson pun memasang target untuk Rooney agar dia mampu setidaknya mencetak 10 gol untuk musim ini. Rooney pun berharap mampu menampilkan performa terbaiknya pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Prove it, Rooney!!!

Debut "Berdarah" Legrottaglie

Laga AC Milan kontra Lazio pada Rabu dini hari tadi memakan korban. Nicola Legrottaglie, mantan pemain Juventus yang baru saja pindah ke AC Milan, menjadi korbannya. Legrottaglie memasuki lapangan di awal babak pertama menggantikan Daniele Bonera yang harus mengalami perawatan akibat berbenturan dengan salah satu pemain Lazio. Di pertengahan babak kedua, tepatnya saat Legrottaglie hendak membuang bola jauh ke area lawan dengan kepalanya, tiba-tiba saja Legrottaglie berbenturan dengan kaki dari Libor Kozak, striker Lazio, yang hendak merebut bola darinya. Kontan saja, Legrottaglie pun terbaring lemas sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah. Tim medis AC Milan pun menghampirinya dan melakukan sedikit perawatan di dalam lapangan, namun luka yang dialami oleh Legrottaglie rupanya cukup parah dan akhirnya Legrottaglie pun harus ditandu keluar lapangan. Sokratis Papastathopolous pun masuk ke lapangan untuk menggantikan Legrottaglie.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada kbar lebih lanjut mengenai keadaan Legrottaglie saat ini.

pronta guarigione, Legrottaglie!!

Jumat, 28 Januari 2011

Sneijder Sempat Larang Van Bommel Pindah Ke AC Milan

Rekrutan anyar AC Milan, Mark van Bommel, mengaku sempat mendapat halangan dari Wesley Sneijder, kompatriotnya di timnas Belanda, untuk bergabung ke AC Milan. Sebelum resmi pindah ke AC Milan, Van Bommel sempat berbincang dengan Sneijder tentang keinginannya untuk hengkang dari Bayern Munich. Sneijder pun menyarankan agar Van Bommel tidak hijrah ke San Siro, markas AC Milan. Nampaknya Sneijder segan untuk menghadapi Van Bommel jika nanti Inter Milan bertemu dengan AC Milan dalam Derby Della Madonnina.



“Sneijder adalah teman baik saya. Jadi, saya menghubunginya (sebelum gabung ke Milan) dan dia sempat menyarankan agar saya tidak bergabung dengan Milan, karena dia tak ingin berhadapan dengan pemain yang setangguh saya,” ujar gelandang 33 tahun yang dikontrak Milan hingga akhir musim.


Terlepas kedekatannya dengan Sneijder, Van Bommel mengaku sudah tidak sabar untuk ambil bagian dalam derby Milan secara langsung karena sebelumnya Van Bommel hanya nikmatinya melalui layar televisi. “Saya tak sabar untuk bisa bermain di derby (Milan), sebab selama ini saya menyaksikannya melalui televisi. Meski demikian saya bisa tahu bahwa duel tersebut merupakan pertandingan yang besar,” tambahnya dikutip Football-Italia, Jumat (28/1/2011).


Patut ditunggu performa menawan dari Van Bommel yang sukses mengawali debutnya bersama AC Milan dengan membawa kemenangan 2-1 dari Sampdoria pada perempat final Coppa Italia kemarin.



Kamis, 27 Januari 2011

Simbiosis Mutualisme ala Silvio Berlusconi

Siapa yang tidak kenal dengan Silvio Berlusconi, dia adalah perdana menteri Italia saat ini sekaligus pemilik klub sepak bola prestisius di Italia, AC Milan. Berlusconi sudah mengakuisisi AC Milan kurang lebih selama dua dekade, di tangannya lah AC Milan menjadi klub sepak bola yang cukup disegani di daratan Eropa maupun di seluruh penjuru dunia dengan menjuarai banyak kompetisi, mulai dari kompetisi lokal, Eropa, hingga kompetisi internasional seperti piala dunia antar klub. Silvio Berlusconi tidak sepenuhnya mengendalikan AC Milan, dia hanya memonitorinya dan menyerahkan mandat pengendalian klub kepada Adriano Galliani, teman dekat Silvio Berlusconi sekaligus wakil presiden AC Milan.

Sebelum Silvio Berlusconi menjabat sebagai perdana menteri Italia, dia mencurahkan segalanya untuk AC Milan, mulai dari perekrutan pemain hingga pelatih berkelas dunia pun dia boyong ke Milan untuk menjadikan AC Milan sebagai klub sepak bola yang mentereng. Namun, setelah Silvio Berlusconi menjabat sebagai perdana menteri Italia, dia lebih memilih untuk fokus kepada pekerjaannya sebagai perdana menteri, dia tidak terlalu memperhatikan AC Milan dan lebih memilih untuk menjadikan Galliani sebagai orang yang mengatur segala kebijakan klub. Namun demikian, Silvio Berlusconi tetap memantau perkembangan AC Milan dari luar stadion.

Ada yang unik dari Silvio Berlusconi yang menjabat posisi penting di pemerintahan maupun di AC Milan, terdapat simbiosis mutualisme antara Silvio Berlusconi dengan AC Milan. Ketika Silvio Berlusconi terlibat dalam skandal seks antara dirinya dengan wanita muda yang menjadikan dirinya tersorot oleh publik, Silvio Berlusconi, melalui perantara Adriano Galliani, mencoba menaikkan citra positifnya dengan mendatangkan nama-nama besar seperti Antonio Cassano, Urby Emmanuelson, dan Mark van Bommel yang merupakan pemain-pemain berkelas dunia ke San Siro, markas AC Milan, pada bursa transfer musim dingin kali ini.

Di sisi lain, Massimiliano Allegri sebagai pelatih AC Milan diuntungkan oleh kedatangan pemain-pemain tersebut karena saat ini banyak pemain-pemain pilar AC Milan yang bermasalah dengan cedera seperti Filippo Inzaghi, Alessandro Nesta, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, dan lain-lain.

Oleh karena itu, tidak salah jjika saya menyimpulkan bahwa Silvio Berlusconi memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan AC Milan. Meskipun terlihat politis, namun dalam hal ini tidak ada yang dirugikan karena pencitraan dirinya terhadap publik Italia tidak terlalu berubah drastis akibat skandal seks ditopang oleh kesuksesannya dalam menambah kekuatan skuad AC Milan dengan mendatangkan pemain-pemain berkelas dunia yang setidaknya membuat dirinya masih dielu-elukan oleh para tifosi AC Milan di Italia dan di seluruh dunia.

Kamis, 20 Januari 2011

Kenny Dalglish: Perintis Generasi Emas "The Anfield Gank" Masa Depan

Bagi para Liverpudlian, sebutan untuk fans Liverpool FC, nama Kenny Dalglish sudah tidak asing di telinga mereka. Bagaimana tidak, King Kenny,julukan Kenny Dalglish, telah mencatatkan dirinya ke dalam sejarah kejayaan Liverpool di masa lalu. King Kenny sukses mengantarkan Liverpool sebagai kampiun di beberapa kompetisi domestik baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Namun, setelah 10 tahun tidak melatih klub sepak bola, King Kenny akhirnya menangani Liverpool kembali setelah sebelumnya ditangani oleh Roy Hodgson yang tidak memberikan perubahan yang berarti di dalam tubuh Liverpool. Debut King Kenny menangani Liverpool terbilang agak buruk karena tiga pertandingan awal debut mengalami 2 kekalahan dan sekali seri. Hal itu mengakibatkan beberapa pihak meragukan kapasitas King Kenny dalam melatih "The Anfield Gank", sebutan untuk para pemain Liverpool. Namun, di tengah keraguan tersebut, para pemain memberikan dukungan penuh terhadap King Kenny. Para pemain senior seperti Steven Gerrard dan Jamie Carragher pun angkat bicara agar semua pihak mendukung King Kenny dalam menangani Liverpool agar Liverpool bisa keluar dari masa-masa kritis.

Ada satu hal yang ingin saya munculkan dalam hal ini mengenai King Kenny, ketika bursa transfer musim dingin di buka, King Kenny tidak terburu-buru mencari pemain baru untuk menambah kekuatan Liverpool, dia sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan transfer. Di sela-sela usahanya untuk membeli pemain yang pantas untuk masuk ke dalam skuadnya, King Kenny mencoba memainkan para pemain binaan yang berasal dari akademi sepak bola Liverpool. Lihatlah nama-nama pemain seperti Martin Kelly, Jay Spearing, dan Jonjo Shelvey, mereka adalah para pemain muda produk asli binaan akademi Liverpool yang performanya tidak mengecewakan dan bisa dibilang cukup menjanjikan. Dari apa yang telah King Kenny lakukan, kita bisa sedikit mengambil kesimpulan bahwa King Kenny ingin menelurkan bintang-bintang baru di Liverpool dan hal ini tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membuat para pemain muda Liverpool menjadi pemain yang bisa dijadikan tulang punggung tim di masa yang akan datang.

Minggu, 21 November 2010

Analisis Hasil Pertandingan: Arsenal vs Tottenham Hotspur


Arsenal gagal mempertahankan keunggulan mereka di babak pertama saat menghadapi Tottenham Hotspur di Emirates Stadium tadi malam. Pertandingan yang disebut Derby London Utara ini berhasil dimenangkan oleh Tottenham Hotspur.Arsenal sempat unggul melalui dua gol yang diciptakan oleh Samir Nasri dan Marouane Chamakh pada babak pertama, namun pada babak kedua, Tottenham berhasil mengejar ketertinggalan mereka melalui gol-gol yang diciptakan masing-masing oleh Gareth Bale, Rafael Van der Vaart, dan Younis Kaboul.
Pada babak pertama, Arsenal menguasai jalannya pertandingan dengan menguasai lini tengah dan melancarkan serangan ke gawang Tottenham yang dikawal oleh Gomes. Gol pertama Arsenal berhasil dicetak Samir Nasri yang mendapatkan umpan matang dari Cesc Fabregas. Beberapa menit berselang, Arshavin berhasil melepaskan umpan ke jantung pertahanan Tottenham yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Marouane Chamakh. Keunggulan Arsenal 2-0 atas Tottenham bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Harry Redknapp memasukkan Jermain Defoe yang menggantikan Aaron Lennon untuk menambah daya gedor pasukannya. Dan hasilnya, Tottenham berhasil memperkecil ketertinggalan mereka melalui umpan dari Van der Vaart yang berhasil diselesaikan oleh Gareth Bale. Beberapa menit berselang ketika Tottenham mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan bebas dekat kotak penalti, Fabregas melakukan kesalahan dengan menjulurkan tangannya untuk menahan laju bola. Wasit pun menunjuk titik putih karena Fabregas melakukannya di dalam area kotak penalti. Van der Vaart yang menjadi algojo berhasil menyarangkan bola ke gawang Arsenal. Ketika kedudukan berimbang, Tottenham terus melancarkan serangan agar bisa mendapatkan poin maksimal di kandang Arsenal. Dan keinginan mereka pun tercapai setelah sundulan Younis Kaboul berhasil bersarang di gawang Arsenal. Dengan hasil ini, Arsenal gagal menyalip posisi Chelsea yang berada di peringkat teratas klasemen sementara.

Rabu, 13 Oktober 2010

Kaka Tegaskan Tetap Di Madrid

Gelandang Real Madrid Kaka menegaskan, dirinya saat ini sedang berkonsentrasi penuh untuk memulihkan cedera yang dialaminya agar bisa memperkuat los Blancos lebih cepat.

Kepada laman Jerman 4-4-2.com yang dilansirMarca.com, Kaka menyatakan, semua pemberitaan di media massa yang menyebutkan dirinya bakal meninggalkan Madrid untuk bergabung dengan Inter dan Milan tidak benar.

“Apa yang sudah ditulis di media massa mengenai rumor itu sama sekali tidak benar. Target utama saya sekarang adalah memulihkan kondisi fisik,” tegas pemain asal Brasil tersebut.

“Ketika saya sudah pulih, maka saya akan bermain di Madrid untuk Real Madrid. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan itu sepenuhnya benar. Saya akan tetap berada di Madrid hingga musim panas nanti.”

“Selanjutnya bagaimana? Hanya Tuhan yang tahu.”



Source:goal.com

Allegri: Kaka? No Comment

Spekulasi terkait masa depan Kaka terus berkembang. Bahkan kabarnya, setelah gagal menunjukkan sinarnya di Real Madrid, gelandang kreatif asal Brasil itu bakal kembali ke Milan.

Harian Spanyol dan Italia pun menekuni kabar tersebut dan mengembangkan spekulasi seputar masa depan Kaka. Namun kubu Milan diminta Massimiliano Allegri untuk tidak terlalu menanggapi kabar yang sejauh ini belum jelas kepastiannya.

"Saya menolak berkomentar seputar transfer Kaka, karena masih ada tiga bulan sebelum jendela transfer kembali dibuka, dan kami sudah kompetitif dengan pemain yang kami punya," tegas Allegri.

"Kaka memang pemain yang luar biasa, tapi untuk saat ini kami tak punya waktu untuk memikirkan hal seperti ini," tandas allenatore Milan itu kepada La Gazzetta dello Sport.

"Tapi apakah dengan kembalinya Kaka bisa memunculkan masalah di ruang ganti? Tidak, hal semacam ini tidak akan mengganggu keharmonisan tim. Tapi saya lebih memilih untuk fokus pada laga kami, karena pada saat ini kami berada di tahap yang sangat penting dan menjadi kewajiban saya untuk fokus pada laga di Liga Champions melawan Real Madrid dan di laga Serie A Italia melawan Juventus dan Napoli," tegas Allegri.
Source: goal.com

Kejujuran Kunci Utama Luruskan Kinerja PSSI


“Gong” perubahan yang saat ini dikumandangkan beberapa stakeholder sepakbola nasional bagai bola api yang terus menggelinding mengiringi perjalanan PSSI, di bawah kendali ketua umum Nurdin Halid. 

Tak heran, jika pada setiap momen ada saja letupan amarah yang disampaikan dengan tuntutan agar orang nomor satu di organisasi sepakbola nasional itu mundur. Salah satunya terjadi saat timnas Indonesia dibantai Uruguay dengan skor 7-1 pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/10) silam.
Gemuruh penonton begitu sahut-sahutan meneriakkan yel-yel Nurdin mundur.. Nurdin mundur.. Tapi apa yang terjadi, pria asal Makassar itu sama sekali tidak menggubris sorakan penonton, meski kala itu turut hadir Presiden SBY yang tampak kecewa dengan kekalahan memalukan tersebut.

Nurdin bahkan dengan tetap semangat menyuarakan tekad untuk terus membenahi timnas, agar grafik penampilan Markus Haris Maulana dkk bisa terus meningkat, hingga tampil memuaskan di ajang Piala AFF nanti sebagai sasaran utama. Ia pun berdalih, lawan yang dihadapi memang tidak sepadan, karena merupakan semi-finalis Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Singkat kata, dengan menggunakan ‘seribu jurus’, Nurdin berupaya mempertahankan tahtanya yang ia duduki selama kurun waktu hampir sepuluh tahun terakhir, meski dengan mendapat tekanan bertubi-tubi dari berbagai kalangan yang tidak lagi menginginkan kepemimpinannya, termasuk dari pemerintah.

Salah satunya dengan upaya menggelar Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang semula digadang-gadang sebagai ajang ‘pembantaian’ Nurdin Halid cs. Maklum saja karena pertemuan yang menguras dana miliaran rupiah uang rakyat tersebut dihadiri seluruhstakeholder sepakbola nasional.

Tapi apa yang terjadi, pria yang dalam beberapa kesempatan selalu menjuluki dirinya sebagai ‘pelaut ulung’ ini malah balik bertepuk dada. Aling-aling turun dari jabatan, Nurdin justru lancarkan serangan balik kepada pemerintah dengan menuding bahwa keterpurukan prestasi sepakbola nasional akibat buruknya fasilitas lapangan yang ada di tanah air, sehingga sangat sulit untuk mendapatkan pesepakbola berkualitas.

Manuver Nurdin Halid tidak cukup sampai di situ. Dalam kesempatan bertemu dengan Komisi X DPR RI, Selasa (5/10) lalu, pihaknya mengajukan proposal dana yang cukup fantastis sebesar Rp1,5 triliun. 

Dari total anggaran tersebut, Rp50 miliar digunakan membiayai operasional persiapan timnas U-23. Hal ini dilakukan merujuk pada rekomendasi KSN yang menyebutkan pemerintah harus menyediakan anggaran untuk mendukung prestasi sepakbola nasional.

Melihat realita yang terjadi, jelas posisi tawar seorang Nurdin untuk tetap menduduki jabatannya tetap kuat. Terlebih karena hanya sebagian kecil dari pelaku sepakbola nasional dalam hal ini klub, yang merupakan pemilik hak suara dalam kongres PSSI, yang berani menyuarakan perubahan.

Ini sangat wajar, karena pengurus klub-klub tadi memang selama ini tidak jujur terhadap kinerja yang dilakukan dengan selalu meminta ‘bantuan’ kepada PSSI. Terutama dalam hal memperoleh kemenangan di hadapan publik sendiri, agar tidak sampai dipermalukan.

Pasalnya, karena mereka sudah menghambur-hamburkan dana APBD dengan melakukan pembelian pemain yang tidak jelas asal usulnya. Terutama untuk pemain asing yang justru menyedot dana rakyat paling besar.

“Maka dari itu, kunci untuk melakukan perubahan di PSSI cuma ada satu, yakni kejujuran semua pihak tidak terkecuali. Semua klub maupun pengurus PSSI wajib jujur, sehingga tidak lagi mengulangi kesalahan yang selama ini mereka telah lakukan,” sungut salah seorang wartawan senior dari koran tertua di tanah air, dalam perbincangan dengan GOAL.com beberapa hari lalu.

“Mestinya semua bisa menjalani sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing, sehingga tidak ada lagi 'permintaan' yang aneh-aneh kepada PSSI dan sebaliknya, yang membuat posisi tawar bagi klub lemah. Dengan begitu, sulit bagi klub untuk menuntut apa pun, sehingga dipaksa menerima apa adanya.”

Apa yang dikatakan wartawan olahraga senior tadi memang benar. Sebab, siapa pun nantinya yang tampil menggantikan posisi Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI, jika pola yang dilakukan masih sama, bisa dijamin prestasi sepakbola nasional sulit untuk bangkit dari keterpurukan dan tetap akan jalan di tempat.         

Apalagi sekiranya rumor yang santer beredar di kalangan wartawan bahwa juara kompetisi di tanah air itu dibagi-bagi alias dijatah, tergantung dengan negosiasi antara klub yang ingin juara dengan PSSI, benar adanya.  

Hal ini merujuk pada realita yang terjadi, juara musim ini besoknya degradasi. Maklum, kejadian seperti ini hanya terjadi di Indonesia dan tidak hanya dialami satu klub. Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Persik Kediri, adalah klub-klub yang pernah mengalami kejadian seperti itu.

Akankah kejujuran bisa dihadirkan di pentas sepakbola nasional seiring dengan keinginan melakukan perubahan? Bukan pekerjaan mudah memang. Apalagi dengan masuknya ranah politik di sepakbola seiring dengan berubahnya kebijakan politik di tanah air, terutama dalam mekanisme pemilihan kepala daerah. 

Tapi kalau tidak sekarang, lalu kapan akan berubah? Semua tergantung kesadaran para pelaku sepakbola nasional. Bagaimana pun, merekalah yang menjadi kunci terjadinya perubahan demi meluruskan kinerja PSSI. Sebab, untuk menunggu perubahan itu datang dari otoritas sepakbola nasional, bisa dipastikan sangat mustahil bisa terjadi.

Seperti kata Yesayas Oktavianus, wartawan senior dari harian terkemuka di tanah air, dalam diskusi nasional bertajuk "Sepakbola Indonesia: Reformasi atau Tertinggal", beberapa hari lalu di Jakarta, PSSI bisa menjadi no body selama tidak mendapat dukungan, tapi sebaliknya akan menjadi somebody apabila terus mendapat dukungan dari klub selakustakeholder sepakbola nasional.

Source: goal.com    

Penonton Rusuh, Laga Italia-Serbia Ditunda

Kekacauan terjadi di Stadion Marassi. Aksi anarkis dari ratusan pendukung Serbia dilaporkan telah merusak stadion serta mencederai kiper tim nasional Serbia. 

Laga yang seharusnya digelar pada Rabu (13/10) dinihari ini untuk mempertemukan Italia dan Serbia pada pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2012. 
Sejauh ini masih belum jelas apakah pertandingan hanya akan ditunda sementara saja atau dibatalkan. 

Mengutip laporan dari laman Footbal-italia, kerusuhan ini berawal dari luar stadion. Para fans melemparkan berbagai macam benda kepada polisi dan petugas keamanan stadion. 

Lalu para fans yang diduga berasal dari kelompok pendukung Serbia itu melemparkan batu dan kembang api kepada kendaraan yang mengangkut pemain timnas Serbia. 

Ulah anarkis itu kemudian menjalar juga ke dalam stadion. Para holligan yang mengenakan masker ski terlihat menaiki dinding pembatas menuju stadion. Mereka juga berusaha merusaknya dengan menggunakan tang. 

Selain itu juga para perusuh tersebut melemparkan merecon beserta sejumlah benda ke wilayah pendukung Italia yang berada di stadion maupun langsung ke arah lapangan. 
Source: goal.com

Pergi Dugem, Sidney Govou Kena Peringatan Keras

Pemain tim nasional Prancis Sidney Govou telah membuat geram klub barunya Panathinaikos menyusul ulahnya yang suka dugem. Pihak klub sebelumnya telah mengeluarkan aturan ketat yang melarang pemainnya untuk keluar malam. 
Namun sang striker dilaporkan telah melanggar ketentuan tersebut. Govou dengan nekat pergi dugem pada Minggu malam. Ia dilaporkan telah terlihat di sebuah klub malam di Athena. 

Gara-gara ulahnya itu, juara Liga utama Yunani ini menginginkan sebuah penjelasan tertulis dari Govou. Ia diberi tenggat waktu sampai Jumat mendatang. 
 
Ulah ini bukanlah kali pertama yang telah dilakukan oleh Govou. Insiden ini merupakan kali ketiga yang telah dilakukan oleh mantan pemain Lyon ini sejak berlabuh ke Yunani. 

Pada 3 Oktober, Govou untuk kali pertama diperingatkan karena ia kedapatan pulang larut malam. Lalu pada 17 September dia kembali lagi dilaporkan harus terlambat latihan gara-gara perilakunya yang suka dugem. 

Sementara Govou telah mengikat kontrak selama dua tahun bersama Panathinaikos. Ia digaji sebesar 1,5 juta euro per tahun.

Source: goal.com

Kondisi Mulai Membaik, Ambrosini Siap Kembali

Kabar baik menyertai kubu AC Milan. Mengutip laporan dari laman calciomercato, gelandang Massimo Ambrosini saat ini telah memperlihatkan kondisi yang kian membaik. 



Massimo Ambrosini Massimo Ambrosini warms up during the AC Milan training before the Audi Cup 2009 at the FC Bayern trainings center on July 28, 2009 in Munich, Germany.
Ambrosini dilaporkan telah melakukan sejumlah latihan ringan pada Selasa waktu setempat. Kondisi ini memberikan sinyal jika pemain senior Rossoneri ini akan bisa pulih dari cederanya lebih cepat dari perkiraan awal. 

Pemain berusia 33 tahun ini kali terakhir tampil bersama Milan saat melawan Auxerre pada pertengahan September lalu di kompetisi Liga Champions. Sejak saat itu ia hanya bisa menjadi penonton menyusul cedera lutut yang dialaminya. 
Dalam perkiraan awal Ambrosini diyakini membutuhkan waktu sekitar tiga pekan untuk menjalani masa pemulihan. Namun kehadirannya pada sesi latihan kemarin itu menunjukkan sinyal kalau ia bisa kembali lagi bermain lebih cepat. 

Meski sudah menunjukkan kondisi yang kian membaik, namun kehadirannya untuk berlaga pada kompetisi Serie A Italia akhir pekan ini melawan Chievo Verona masih diragukan. 

Source: goal.com

Benzema Tidak Akan Tinggalkan Madrid


Direktur Olahraga Real Madrid Miguel Pardeza mengatakan Los Blancos tidak berencana menjual Karim Benzema.

"Pelatih Jose Mourinho mengatakan secara umum dirinya senang dengan cara kerja Benzema," kata Pardeza kepada surat kabar As.
"Mourinho juga yakin Benzema bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk Real Madrid," lanjutnya.

Sejak diboyong dari Lyon tahun 2009, Benzema kesulitan memapankan diri di Santiago Bernabeu. Ia hanya mencetak delapan gol pada musim pertamanya, dan baru mengoleksi satu musim ini. Padahal, Mourinho beberapa kali memberinya kesempatan.

Akibatnya, muncul spekulasi Real Madrid akan menjual Benzema, Januari 2011. Spekulasi kian menjadi-jadi setelah Pardeza secara terbuka mengatakan sedang berupaya mendatangkan Fernando Llorente, striker timnas Spanyol, dari Atletico Bilbao.

"Mungkin Benzema butuh waktu lebih lama. Kami harus sabar. Yang pasti semua harus tahu tidak rencana di kepala kami akan menjual Benzema," Pardeza menegaskan.

Menjawab pertanyaan soal Llorente, Pardeza mengatakan pemain Bilbao itu adalah striker luar biasa. Kedatangan Llorente ke Madrid, katanya, akan membuat pelatih memiliki banyak opsi di lini depan.

Namun Pardeza tidak bisa memastikan apakah akan berupaya mendapatkannya, Januari 2011, atau musim panas mendatang.
Source: goal.com

Ibrahimovic Akan Sambut Kaka

Zlatan Ibrahimovic Zlatan Ibrahimovic of AC Milan looks on during the Serie A match between AC Milan and Catania Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on September 18, 2010 in Milan, Italy.
Striker Zlatan Ibrahimovic mengatakan dirinya tidak punya masalah dengan kehadiran kembali Ricardo Kaka ke San Siro dalam waktu dekat.
"Jika Kaka kembali ke Milan, saya yakin akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Milan," ujar Ibrahimovic.

"Namun saya tidak ingin membicarakan transfer orang lain," lanjutnya.

Kemungkinan Kaka kembali ke Milan kian jelas, menyusul munculnya kabar ayah playmaker asal Brasil itu berada di tempat latihan I Rossoneri akhir pekan lalu. 

Pers Italia memperkirakan ayah Kaka sedang merundingkan kepindahan anaknya kembali ke San Siro. Namun tidak ada penjelasan resmi dari manajemen AC Milan.

Sementara itu Ibrahimovic menjamin dirinya akan kembali berlaga, dan tidak sedang menghadapi masalah hernia.

"Ini cedera kecil. Saya bisa bermain dengan baik," Ibrahimovic mengakhiri.

Source: goal.com